LOCAL GENIUS DI SETIAP KEBUDAYAAN NUSANTARA

 

LOCAL GENIUS DI SETIAP KEBUDAYAAN NUSANTARA
Oleh : Yogi Hendrawan





            Banyak orang bertanya, "Mengapa dalam banyak peninggalan budaya di Nusantara selalu ada Local Genius-nya atau sering disebut kepribadian bangsa." Tidak mengherankan apabila pertanyaan ini selalu menghantui pikiran setiap orang yang mempelajari tentang kebudayaan Nusantara. Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, alangkah baiknya memahami apa itu local genius.

Local genius adalah kemampuan bangsa Indonesia dalam mengolah pengaruh unsur-unsur kebudayaan asing dan kemudian disesuaikan dengan lingkungannya serta memiliki ciri lokal atau khusus. Salah satu contoh local genius adalah Candi Borobudur. Perbedaan yang encolok dari bangunan ini terdapat pada dasar bangunan yang berupa Punden Berundak yang dikombinasikan dengan berbagai macam Stupa yang bukan merupakan kebudayaan asli Nusantara. Oleh karena itu lah, Candi Borobudur adalah satu-satunya candi di dunia yang berbeda dengan candi yang lainnya.

Bangunan lain yang menjadi local genius adalah surau. Surau merupakan bangunan khas Minangkabau yang dipergunakan untuk tempat beribadah dan pusat pendidikan masyarakat nagari. Banyak sekali jenis surau di Minangkabau, tetapi yang menjadi perhatian disini adalah pada struktur bangunan yang telah mengalami perkawinan kebudayaan sehingga melahirkan local genius. Hal ini dapat dilihat dari bentuk atap surau. Kebanyakan surau di Minangkabau berbentuk atap tumpang yang diatasnya terdapat sebuah kubah. Disisi lain, ada beberapa surau yang atapnya menyerupai atap Rumah Gadang yang bergonjong dan tak lupa terdapat sebuah kubah sebagai simbol bangunan berkebudayaan timur tengah.

Selain pada objek kebudayaan fisik, kebudayaan non-fisik pun terdapat local genius didalamnya. Salah satu contoh ialah penggunaan huruf jawi dalam penulisan Bahasa Melayu. Penulisan yang menggunakan aksara arab yang dimodifikasi dan dibunyikan dalam Bahasa Melayu menjadi keunikan dan kekayaan tersendiri bagi kebudayaan Nusantara. Namun, penggunaan aksara Jawi dalam kehidupan literasi masyarakat Nusantara perlahan ditinggalkan semenjak era kolonialisasi barat di Nusantara.

Indonesia memiliki banyak local genius yang tersebar disetiap kebudayaan masing-masing wilayah. Lalu, apa kalimat yang cocok untuk menjawab pertanyaan diatas? Jawabannya bisa dilihat dari geografi Nusantara. Nusantara terletak dipersimpangan dua benua dan dua samudra yang menjadikan Nusantara sebagai pusat perdagangan dubia di masa lalu (hingga sekarang). Hal tersebut membuka kemungkinan besar terjadinya perkawinan budaya yang datang dari berbagai penjuru dunia dan melebur menjadi local genius-nya Nusantara. Ditambah lagi, kecenderungan masyarakat yang terbuka terhadap kebudayaan luar menjadi salah satu faktor pendukung dalam lahirnya local genius di Nusantara.

 

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

“Mandeh Bapulang” dan “Talambek Pulang”, Percakapan antara Ibu dan Anak dalam Lagu

LOGIKA MISTIKA DALAM KEBUDAYAAN MASYARAKAT INDONESIA

PRRI : Disaat Merantau Bukan Lagi Menjadi Budaya, Tetapi Sebuah Jalan Mencari Keselamatan